Malaikat :
“Mengapa begitu spesial ciptaan ini, ya Allah?”
Allah : “Sudahkah engkau lihat semua dengan detail keistimewaan hawa? Dua tangan hawa bukan sekedar dari Tanah dan tulang rusuk Adam... Setidaknya terdiri dari
200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan.
Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat
menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua dilakukannya cukup dengan
dua tangan ini.”
Malaikat : “ya Allah ya Rabb, cukup indah
dan sempurna ciptaan ini”.
Allah :
“Aku akan menyempurnakan ciptaan hawa ini, ketahuilah Dia juga akan mampu
menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk
wanita ciptaan Allah.
Malaikat : “Sungguh Maha Agung Engkau ya Rabb,
luarbiasa Engkau membuatnya begitu lembut ya Allah.”
Allah :“Yah..
Aku membuatnya lembut. Tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang Aku
berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”
Malaikat : “Dia bisa berpikir?”
Allah :
“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”
Malaikat itu menyentuh dagu dan air mata
di pipi hawa….
Malaikat : “Ya Rabb, Engkau buat ciptaan
ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
Malaikat : “Untuk apa air mata hawa ya
Rabb?”
Allah :
“Air mata hawa adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan,
kegundahan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.”
Malaikat : “Luar biasa, Engkau ya Rabb.
Engkau memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaan-Mu untuk Adam ini sungguh
menakjubkan!”
Allah :
“Ya so pastii lah…! Rupanya engkau belum tau keunggulan Wanita ini dibanding
ciptaan-Ku yang lain. Wanita ini mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan
kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya
menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa
saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri
melawan ketidak adilan.Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia
menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk
berobat. Cintanya tanpa Sarat. Dia menangis saat melihat anaknya adalah
pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu
bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan
kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu
bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka bagi anak-anaknya
maupun Suaminya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar