Bukankah bidadari terlalu istimewa dibanding dengan wanita dunia? Jawabannya adalah tentu saja bisa! Bidadari surga memiliki mata jeli, berkulit lembut, berwajah cantik, memiliki rambut yang berkilau indah, tubuhnya suci laksana mutiara indah yang belum pernah tersentuh tangan manusia, dan memiliki perangai paling mulia. Bisakah bidadari dikalahkan oleh wanita dunia? jawabannya tidak sama sekali meski dikonteskan dengan 4 milyar wanita cantik di dunia ini, kecuali hanya satu orang wanita yang dapat membuat bidadari cemburu padanya.
Satu wanita dunia ini tidak sekadar wanita biasa, wanita dunia yang shalihah. Wanita yang memiliki (a) kualitas ibadah sangat baik, (b) setiap kali disebut nama Allah selalu bergetar hatinya, (c) selalu tunduk dan taat pada perintah orang tua dan suaminya, (d) kehadirannya mampu menghadirkan banyak kebaikan disekelilingnya, dan (e) selalu menjaga dirinya dengan salat dan puasa.
Satu wanita inilah yang dapat mengalahkan bidadari syurga meskipun seringkali tidak terkenal di muka bumi, namun namanya sangat terkenal oleh penduduk langit. wanita inilah yang membuat cemburunya para bidadari syurga.
Suatu ketika Ummu Salamah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai mana yang lebih utama antara wanita dunia dengan bidadari surga, inilah jawaban Rasulullah, “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?” Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia ketika di surga akan sangat lebih utama dari bidadari surga karena salat, puasa, dan ibadah yang dilakukannya.
Kabar ini tentu saja membuat setiap wanita menjadi senang dan lebih ingin memperbaiki dirinya agar bisa membuat para bidadari cemburu karena keshalihannya. Namun, bagaimana sebenarnya keadaan bidadari surga? Apakah mereka benar-benar akan cemburu? Berikut ini terdapat dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah mengenai keadaan bidadari surga yang sesungguhnya dan betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita shalihah.
Dari Imam Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah, bahwa Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli…” Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya begitu bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”
Ummu Salamah berkata lagi, ”Jelaskan padaku ya Rasulullah, tentang firman-Nya, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik…” Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia.”
Aku bertanya, “Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, ‘Di dalam surga itu terdapat bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik,” Beliau menjawab, ”Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Aku bertanya lagi, “Jelaskan padaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik….” Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari bagian luarnya, atau yang biasa disebut putih telur.”
Aku bertanya lagi, “Ya Rasulullah jelaskan padaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya….” Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya.”
Aku bertanya, “Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”
Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?” Beliau menjawab, “Karena salat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya."
“…Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.” (H.R. Ath Thabrani).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar