Terimakasih

Selasa, 17 Februari 2015

Pelatihan Modul II di Abdya


Usia Madya Tetap Energik Kerja Gembira Modul 2 di Kota Breuh Si guepei




Lucunya ketika Fasda Agus Suriadi, S.Pd dan Erdiwar, M.Pd. membunyikan peluit tanda selesai, namun Bapak Firdaus, S.Pd (57 th) dan Zulmin Syah, S.Pd (53 th) masih belum mengurung niat kerja untuk menyelaikan tugas kelompok SMPN 2 Blang Pidie.
Sedangkan SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Susoh, berikutnya SMP Tunas Nusa didominasi para muda-mudi dewasa yang sangat enerjig dan berpenampilan menarik sehingga tidak juga menjadi nomor dua melihat kreasi mereka penuh warna-warni dan fariasi tanpa sensasi karena mereka memang membawa barang asli apa saja yang telah mereka lakukan sebagai tindak lanjut pelatihan modul 1 walau harus melalui program desiminasi.

SMPN 1 Blang Pidie, dan MTsN Susohpun tidak mahu kalah meskipun harus bersimplah di lantai aula Arena Motel Kota penghasil Pala. MTsN Blang Pidiepun ikut berimbang meriahkan forum ini dan selalu siap sedia menjadi sang juara tanpa tanda jasa dan tanpa piala.
Sesi kunjung karyapun berlangsung meriah meskipun mereka bukan peserta dari Kabupaten Benermeriah, para peserta tidak seorangpun yang ketinggalan kereta tanpa kuda, menuju pada pajangan sekolah sasarannya sesuai dengan nomor urut petunjuk kunjangan yang diberikan oleh Fasda Blang Pidie.


presentasipun berapi-api, penanyapun bertubi-tubi, sesi demi sesi bergema dengan diskusi dan para peserta larut dalam wadah mencari dan memberi informasi. diskusi kali ini berbeda pada biasanya karena ini sangat hangat karena para usia madya bekerja sangat dahsyat sehingga suasana semakin hangat dan sesekali para peserta dan fasda mengelap keringat ibarat panasnya para penikmat sambal terasi cabe terpedas hasil kota Fajar Blang Pidie.
 15 fasda garda reformasi pendidikan bernilai kreatifitas tinggi dan thema bartanya tingkat tinggipun menjadi santapan ibarat durian walau sulit dikupas tetapi nikmat rasanya dan sangat khas harumnya. para fasda siap serang kapansaja dengan berbagai strategi dan posisi, namun tidak kalah juga mereka menghadirkan fasilitator Provinsi Aceh hingga berita ini diturunkan atasnama Ridwan, MA dan Rahmat Hastiono, S,Pd (
Red. Ridwan)



USAID Ramaikan Pekan Kreatifitas Pendidikan Aceh Jaya



Aceh Jaya, Aceh – Untuk mendorong siswa belajar berkarya dan menciptakan hal baru serta lebih berani berkreasi pada di tingkat kecamatan dan kabupaten, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya menggelar “Pekan Kreativitas Pendidikan Aceh Jaya” yang diikuti siswa SD, SMP, SMA, dan SMK, termasuk MGMP. Selama 4 hari (16-19/12) USAID PRIORITAS turut serta meramaikan kegiatan tersebut.
Stan USAID PRIORITAS mendapat dukungan penuh dari sekolah mitranya di Aceh Jaya. Mereka menampilkan media pembelajaran bagi guru dan siswa yang merupakan hasil dari pelatihan modul I dan II,  alat deteksi banjir, alat deteksi tsunami, media pembelajaran ular tangga, media pembelajaran kura-kura pintar,media pembelajaran  alat keseimbangan, media pembelajaran perkalian bagi siswa kelas awal, serta beberapa media pembelajaran lainnya. Termasuk, buku kecil siswa MTsN Teunom.
Selain itu, ditampilkan juga  permainan tebak tanggal lahir dan area sudut baca. Permainan pembelajaran tematis matematika “Tebak Tanggal Lahir” dilakukan oleh Reza, siswa SDN 4 Calang, yang dibimbing oleh fasda USAID PRIORITAS Fauzi Ansari, S.Pd. Permainan pembelajaran ini mendapat perhatian khusus dari bupati, dandim, kepala dinas pendidikan, dan MPD saat mengunjungi stan USAID PRIORITAS. “Bravo buat Reza yang berhasil menebak tanggal lahir saya,” komentar singkat bupati.
Sementara itu Majelis Pendidikan Daerah Aceh Jaya merespons positif upaya para fasda dan sekolah mitra USAID PRIORITAS. “Media yang ditampilkan sangat sangat  menarik walaupun dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana. Inilah yang diperlukan oleh para guru dan siswa di Aceh Jaya saat ini. Untuk apa kita buat media yang mahal tetapi tidak menarik bagi siswa? Hal yang patut dicontoh sehingga guru dan siswa kreatif serta  tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Cukup dengan bahan yang sederhana dan mudah didapat, bisa kita ciptakan media pembelajaran yang bagus dan menarik,” kata Teungku Jailani SE.
Sementara itu, area sudut baca menampilkan buku bacaan SD dari sekolah mitra USAID dan buku kecil hasil karya siswa MTsN Teunom. Tujuannya, memperlihatkan budaya baca yang sedang dikembangkan oleh sekolah mitra. ”Berawal dari sekolah mitra, kami ingin menyebarkan praktik yang baik tentang budaya membaca kepada semua sekolah  di Aceh Jaya. Salah satunya, konsep membaca tidak hanya dilakukan di dalam ruangan tertutup seperti pustaka, tetapi juga bisa dilaksanakan di luar ruangan  atau alam terbuka dengan konsep yang sederhana dan menarik,” jelas Sri Wahyuni, koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Aceh Jaya.
Banyak kreativitas lainnya yang ditampilkan pada stan USAID PRIORIAS seperti “Area Kuis” yang berkaitan dengan pembelajaran. Misalnya, media pembelajaran bahasa Indonesia  untuk menyusun pantun. Pantun disusun secara acak, kemudian pengunjung (terutama siswa) diminta menyusun kembali pantun secara benar. “Galeri foto-foto kegiatan guru dan kepala sekolah pada saat pelatihan, galeri praktik yang baik, dan galeri budaya baca di sekolah mitra diharapkan dapat  membuat pengunjung terinspirasi untuk mengembangkannya di sekolah mereka,” harap Sri Wahyuni.

Sekolah Efektif 'A' sampaidengan 'Z' Harus Proaktif


Kembangkan Sekolah Kita wahai Fasda dan Guru Bangsa
  
 Perubahan apa yang paling baik dilakukan guru? jawabannya adalah perubahan apa saja yang baik yang dapat dilakukan, karena apapun teori dan konsep sehebat apapun tidaka akan merubah sekolah kalau kita tidak melakukannya dari sekarang, dari yang kecil, dari apa saja dan dari siapa saja, guru harus bergerak walau hanya dengan satu-satu langkah yang penting terus melangkah maju.
  Sekolah maju bukanlah berpatokan pada letak madrasah di pusat kota atau fasilitas lengkap, karena ini adalah ciri khas dari sekolah modern. Sekolah maju adalah sekolah yang mampu menciptakan siswa/i siap tampil dimana-mana, kapan saja dan bidang apa saja sesuai dengan nama sekolah, daerah, budaya dan agama. 
Oleh karena itu orang besar yang menganggap kecil masalah penyaluran bakat minat anak kecil adalah salah besar!. Ironisnya lagi jika penyelenggara pendidikan mempercundang dalih letak madrasah di desa tidak bisa maju sebagaimana madrasah lain di kota. Penyelenggara pendidikan hendaklah ke depan mampu mengimbangi dan memfasilitasi serta memotivasi bakat minat siswa/i yang telah terdeteksi berpotensi besar untuk kemajuan sekolah pada tingkat kabupaten. Oleh karena itu keseriusan penyelenggara pendidikan terhadap proses pembelajaran intra kutrikuler dan kegiatan ekstra kurikuler sebagai ajang mengukir intelegensi siswa, mengembangkan bakat minat dan melatih lefe Skill (kemahiran hidup) generasi bangsa di masa depan harus diutamakan.  
Learning by doing (belajar sambil melakukan) dan learning by axperiencing (belajar sambil menrcari pengalaman) dapat menciptakan iklim positif penuh semangat senang di sekolah dan bersekolah dengan senang. Setiap siswa memiliki talenta istimewa yang berbeda-beda, hal ini merupakan gerbang yang terbuka lebar untuk sekolah harus maju tak gentar mengorbit semua siswa/i yang sangat berbakat. 
Bakat mereka yang terpendam dapat ditampilkan di mana saja dan kapan saja, jika para guru dapat mengukir dan mengasahnya. Bakat terpendam tak layak untuk dibiarkan atau diabaikan begitu saja tanpa kita menyediakan ifent dan ajang-ajang menantang yang menyenangkan untuk dapat mereka temukan dan kembangkan bakat minatnya dalam kegiatan intra dan ekstra. Kegiatan ekstra telah terbukti dapat meminimalisir kenakalan remaja dan mencegah masalah nasional tentang narkoba, karena dengan kegiatan ekstra mempersempit gerak bebas tanpa batas dan menyalurkan bakat minat mereka sehingga jiwa dan kemampuan mereka dapat berkembang dengan baik dan seimbang. 
Bakat remaja yang tidak tersalur tidak boleh dianggap biasa saja karena tanpa kepedulian dan kebijaksanaan tak segan-segan mereka salah mengambil tindakan. Menurut Prof. Dr. Tombak Alam, dalam bukunya "Keluargaku Syurgaku" "–jangan remehkan kentut telegu yang kecil kerana dia bisa membuat seekor gajah kapok...". Jeritan pilu penuh harap anak-anak desa ujung dunia, siapa yang mahu mendengarnya? kalau bukan kita para guru dan orang tua. Hari demi hari diharapkan kita lebih iklas dan mengarah kepada aksi plus dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan merancang secara sungguh-sungguh pembelajaran yang dinamis, efektif dan efesien dalam usaha mengembangkan proses pembelajaran, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, bimbingan dan pelayanan prima, penyaluran bakat minat, pengembangan diri dan evaluasi pendidikan. 
Rancangan pembelajaran ekstra harus mengacu kepada Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dengan mengedepankan jalinan rasa simpati dan saling pengertian untuk menarik perhatian dan keterlibatan peserta dengan pola belajar sambil bermain. Jalinan rasa simpati dan pengertian yang tulus merupakan jembatan menuju pembelajaran yang bergairah dan menyenangkan dengan bahasa hati bisa memasuki dunia siswa, membaca bakat minat mereka, membina hubungan edukation, mengelola kelas dengan indah dan dapat belajar dengan penuh gairah. -Karena sejauh mana guru memasuki dunia siswa, sejauh itu pula pengaruh guru bagi kehidupan siswa. 
sekurang-kurangnya guru dapat mempertimbangkan landasan teori dari tulisan Quantum Learning dan Quantum Teaching,  yang mencakup aspek-aspek penting dalam programnew linguistics dan gabungan keseimbangan antara belajar sambil bermain. Sedangkan quantum teaching adalah interaksi pembelajaran yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri. Oleh karena itu pengembangan kegiatan intra dan ekstra kurikuler harus mempertimbangkan petunjuk yang spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar sambil melakukan atau belajar sambil mengalami serta belajar sambil mencari pengalaman dengan kegiatan kerja langsung di lapangan. 
Disamping itu harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan yang menyangkut Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor, era informasi, pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral siswa, dan era degradasi budaya, serta pengaruh lingkungan belajar dan perkembangan pembelajaran yang dihubungkan antara potensi daerah kita dengan kemajuan daerah-daerah lain. (Red. Ridwan, MA)

Minggu, 15 Februari 2015

kegiatan unggulan

hari dikatakan indah ketika kita dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kita dan oranng lain Madrasah maju bukanlah berpatokan pada letak madrasah di pusat kota atau fasilitas lengkap, karena ini adalah ciri khas dari madrasah modern. Madrasah maju adalah madrasah yang mampu menciptakan siswa/i siap tampil dimana-mana, kapan saja dan bidang apa saja sesuai dengan nama madrasah, daerah, budaya dan agama. Oleh karena itu orang besar yang menganggap kecil masalah penyaluran bakat minat anak kecil adalah salah besar!. Ironisnya lagi jika penyelenggara pendidikan mempercundang dalih letak madrasah di desa tidak bisa maju sebagaimana madrasah lain di kota.
 Penyelenggara pendidikan, khususnya MTsN Teunom hendaklah ke depan mampu mengimbangi dan memfasilitasi serta memotivasi bakat minat siswa/i yang telah terdeteksi berpotensi besar untuk kemajuan madrasah pada tingkat kabupaten. Oleh karena itu keseriusan penyelenggara pendidikan terhadap proses pembelajaran intra kutrikuler dan kegiatan ekstra kurikuler sebagai ajang mengukir intelegensi siswa, mengembangkan bakat minat dan melatih lefe Skill (kemahiran hidup) generasi bangsa di masa depan harus diutamakan. Menurut pantauan kami mulai dari tanggal 02 September 2011 s/d 07 Januari 2012 lalu, MTsN Teunom yang terletak di desa kecil, tetapi berkerikil permata bening.
Para siswa/i dengan semangat yang menggebu-gebu sudah pro aktif melalui kegiatan ekstra Osim dengan teknik Learning by doing (belajar sambil melakukan) dan learning by axperiencing (belajar sambil mencari pengalaman) sehingga telah tercipta iklim positif penuh semangat senang di madrasah dan bermadrasah dengan senang. Program ekstra telah dirancang sedemikian rupa, pilot program semester 1 (satu) antara lain; Pelantikan Pengurus Osim, Pembekalan Pengurus Osim, Penyusunan Action Planning, Peluncuran Majalah “Gaul” Gabungan Aktifitas Unggul, Jumpa Tokoh Sebagai Pembina Upacara dan Diskusi Terbuka Pengurus, Latihan Likok Pulo, Latihan Tarian Daerah, Pelatihan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Pelatihan Dokter Kecil Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Latihan Pramuka Bersama Pengalang Pangkalan MTsN dan Penegak MAN serta Bakti Pramuka Bersama Menggelar Halal Bihalal Kemukiman Keude Teunom. Pada umumnya pengurus Osim memiliki talenta istimewa, hal ini merupakan gerbang yang terbuka lebar untuk madrasah harus maju tak gentar mengorbit semua siswa/i yang sangat berbakat. bakat mereka yang terpendam telah terbukti dapat ditampilkan di mana saja dan kapan saja. Penampilan Likok Pulo misalnya, Pengurus Osim bisa tampil dengan 17 fariasi gerakan tangan seribu sanggara "SEROJA" Seni Remaja MTsN, dikoordinir oleh Mira Mustika anggota Bagian Seni Budaya. Begitu juga dengan tarian ranoup lampuan dan tarian sambut tamu, pengurus Osim telah mampu melakukan latihan mandiri dengan waktu singkat siap tampil mentas dengan laga yang serentak, kompak dan berkualitas dikoordinir oleh Winda Rahmayana Ketua Bagian Seni Budaya Osim 2011/2012. Dalam momen halal bihalal Kemukiman Keude Teunom, Osim telah mampu merancang dan melaksanakan program, menjadi panitia dan juga dewan jurinya. Osim mencetuskan kegiatan ini dengan kemasan pramuka Pengalang MTsN bekerja sama dengan kakak penegak MAN, mengingat 20-an tahun terakhir ini halal bihalal tidak pernah diadakan lagi. Alham Dulillah sambutan hangat dan berkah dukungan serta bantuan sekolah dan masyarakat acara berlangsung sangat meriah, malam penutupan tepuk tangan bersorai memperebutkan 9 tropi kata gori juara 1 dari berbagai cabang, bahkan untuk juara umum dan juara 1 desa tertinggi pendidikan masyarakatnya meraih tropi, sehingga terdengar kata "trimaksih... bagus..., hebat...," dari tokoh masyarakat, bahkan Pimpinan Dayah Darul Mukhlisin (tempat pusat kegiatan) mengagumi kegiatan para pelajar dengan kata "sukses besar...!". Pagi hari malam resepsi para anggota bakti tak sanggup menahan tangis haru, bercampur tak ingin berpisah, sebuah amanat yang sangat menggugah dari kakak pembina Ali Murtaza, S.Pd.I. Telah tumbuh karakter bangsa yang sopan dan kesatria, peduli sosial dan ingin terus mengabdi untuk bangsa dan agama. Mereka menginginkan kegiatan bakti pramuka terus dilanjutkan, namun karena keterbatasan dana, sebab selama ini sepenuhnya di biayai oleh MTsN, maka Kakak Ridwan, S.Pd.I. Memberikan sebuah tantangan dan PR besar, jika MAN bersedia menyedikan dana Rp. 2.500.000,- maka kita akan melanjutkan kegiatan bakti ke Dayah Nurur Rahmah Desa Kampong Blang Calang pimpinan Tgk. Sopiandi Musa. Di samping mereka telah mampu mengungkapkan keluh kesah, hajad, harapan dan cita-cita melalui lisan bahkan melalui seni budaya, mereka juga telah mampu berpidato didepan masyarakat umum, membuat cerpen, opini, di mading, dan majalah "GAUL", mereka mampu berdiskusi dengan baik bekerjasama team serta telah mampu mengagendakan rapat dan menyelesaikan rapatnya dengan notulen yang tepat. Oleh karena itu bakat terpendam tak layak untuk dibiarkan atau diabaikan begitu saja tanpa kita menyediakan ifent dan ajang-ajang menantang yang menyenangkan untuk dapat mereka temukan dan kembangkan bakat minatnya dalam kegiatan intra dan ekstra. Kegiatan ekstra telah terbukti dapat meminimalisir kenakalan remaja dan mencegah masalah nasional tentang narkoba, karena dengan kegiatan ekstra mempersempit gerak bebas tanpa batas dan menyalurkan bakat minat mereka sehingga jiwa dan kemampuan mereka dapat berkembang dengan baik dan seimbang. Bakat remaja yang tidak tersalur tidak boleh dianggap biasa saja karena tanpa kepedulian dan kebijaksanaan tak segan-segan mereka salah mengambil tindakan. Menurut Prof. Dr. Tombak Alam, dalam bukunya "Keluargaku Syurgaku" "–jangan remehkan kentut telegu yang kecil kerana dia bisa membuat seekor gajah kapok...". Jeritan pilu penuh harap anak-anak desa ujung dunia, kini mulai hampir terdengar di MTsN Teunom, hari demi hari diharapkan akan lebih iklas dan mengarah kepada aksi plus dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan merancang secara sungguh-sungguh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dinamis, efektif dan efesien dalam usaha mengembangkan proses pembelajaran, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, bimbingan dan pelayanan prima, penyaluran bakat minat, pengembangan diri dan evaluasi pendidikan. Rancangan pembelajaran ekstra telah mengacu kepada Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dengan mengedepankan jalinan rasa simpati dan saling pengertian untuk menarik perhatian dan keterlibatan peserta dengan pola belajar sambil bermain. Jalinan rasa simpati dan pengertian yang tulus merupakan jembatan menuju pembelajaran yang bergairah dan menyenangkan dengan bahasa hati bisa memasuki dunia siswa, membaca bakat minat mereka, membina hubungan edukation, mengelola kelas dengan indah dan dapat belajar dengan penuh gairah. -Karena sejauh mana guru memasuki dunia siswa, sejauh itu pula pengaruh guru bagi kehidupan siswa.

Puisi Guruku Matahariku


Guruku Matahariku
Karya: Husnul & Irfandi (2 a Ibnu Sina)
Matahari engkau menyinari dunia ini
Engkau sumber cahaya di bumi
Tanpa dirimu dunia ini sangat gelap
Tanpa dirimu kami ini tidak bisa apa-apa
Engkau tidak pernah bosan menyinari dunia ini…
Engkau pahlawanku pembimbingku
Jasamu tak bisa kami ganti degan emas perunggu
Engkau sumber pengetahuan penerang kehidupan
Engkau begitu mulia dimata kami
Oh… Guruku matahariku...
Setiap pagi engkau datang menyinariku
Tapi malam selalu menderaku dalam rindu
Rindu do'amu, bimbinganmu, senyummu dan perhatianmu...
aku ingin jadi orang maju matahariku (Red. Fara & Vivi)